PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), yang terkenal sebagai emiten sarang burung walet, kini tengah merancang langkah ekspansi bisnis yang signifikan. Perseroan berencana untuk meluncurkan dua lini usaha baru pada kuartal pertama tahun 2027. Langkah ini bertujuan untuk memperluas portofolio produk protein dan memperkuat posisi di pasar ekspor.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mendirikan anak usaha bernama BD Marinova pada Januari 2026. Meskipun saat ini perusahaan tersebut belum memulai operasi komersial, diharapkan kontribusi dari Marinova dapat mulai terlihat pada triwulan pertama tahun depan.
Melalui BD Marinova, RLCO akan menghadirkan produk berbahan baku ikan segar untuk melengkapi portofolio produk berbasis protein yang sudah ada. Edwin menegaskan, βMarinova akan menjadi tambahan yang berarti bagi portofolio protein kami dan akan melengkapi produk-produk yang telah kami miliki.β
Selain itu, RLCO juga memperkenalkan merek baru bernama Momiku yang ditujukan untuk segmen ibu dan anak. Merek ini akan fokus pada produk berbasis bone broth atau kaldu tulang, yang kaya akan protein dan nutrisi. Edwin menjelaskan bahwa strategi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Edwin mengungkapkan keyakinannya bahwa produk berbasis bone broth memiliki potensi yang besar karena kaya akan nutrisi penting untuk perkembangan otak dan kesehatan anak. Produk ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk abon, beras siap saji untuk anak, hingga hati ayam berbumbu bone broth. Ke depan, perusahaan berencana untuk mengembangkan berbagai varian produk.
Dia berharap bahwa lini produk berbasis bone broth ini dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi RLCO, dan diharapkan bisa meningkatkan kinerja penjualan perusahaan pada tahun depan.
Sementara itu, RLCO juga berupaya memperluas pasar ekspor. Saat ini, sekitar 90% dari total penjualan ekspor mereka masih bergantung pada pasar Cina. Edwin mengungkapkan bahwa fokus ekspansi saat ini adalah ke pasar Asia Tenggara, dengan Vietnam sebagai langkah awal. Dalam waktu dekat, perusahaan akan memperluas ekspor ke Thailand, serta membidik pasar Amerika Serikat dan Hongkong di masa mendatang.
Dalam laporan keuangan untuk semester pertama 2026, RLCO mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,36 miliar, meningkat 13,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 17,96 miliar. Kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp 272 miliar dari Rp 270,95 miliar secara tahunan, yang diperoleh dari penjualan sarang burung olahan dan produk konsumen.
